Ketika berbicara jenis bearing pada alat berat, banyak orang mungkin menganggapnya sebagai bagian teknis yang rumit dan hanya dipahami oleh teknisi atau engineer.
Padahal, pemahaman dasar mengenai bearing sangat penting, tidak hanya bagi mekanik, tetapi juga bagi pemilik alat berat, operator, hingga pihak manajemen yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan efisiensi mesin.
Terlebih, dalam dunia industri konstruksi, pertambangan, dan perkebunan, alat berat memegang peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan bisnis. Lantas ada berapa jenis bearing yang sering digunakan dalam industri tersebut? simak dibawah ini.
1. Deep Groove ball bearing

Jenis yang pertama yaitu Deep groove ball bearing. Deep groove ball bearing adalah bantalan gelinding yang menggunakan bola sebagai elemen gelinding, dengan alur (groove) yang dalam pada ring bagian dalam dan ring bagian luar.
Fungsi utama tipe bearing ini adalah untuk menopang poros yang berputar agar dapat bergerak dengan lancar dan stabil.
pengaplikasian pada alat berat : Jenis Ball bearing ini biasanya digunakan pada mesin yang memiliki beban ringan, seperti pada alternator.
2. Angular contact ball bearing

Selanjutnya yaitu Angular contact ball bearing, jenis bearing ini banyak digunakan pada mesin dengan kebutuhan presisi tinggi dan beban kerja yang berat, termasuk pada alat berat.
mengapa jenis bearing ini sering ditemui pada alat berat? karena, karakteristik angular contact ball bearing umumnya dipasang secara berpasangan, baik dengan susunan back to back, face to face, maupun tandem. Susunan tersebut memungkinkan bearing menahan beban aksial dari dua arah sekaligus dan meningkatkan kekakuan serta stabilitas poros.
pengaplikasian pada alat berat : rotary table pada rig pengeboran, mesin milling
3. Tapered roller bearing

Tapered roller merupakan bantalan gelinding yang menggunakan rol berbentuk kerucut (tapered) sebagai elemen gelindingnya. Rol tersebut bergerak di antara ring dalam (cone) dan ring luar (cup) yang juga memiliki bentuk kerucut.
pengaplikasian pada alat berat : Final drive excavator, track roller pada undercarriage bulldozer, dan mekanisme putar.
4. Spherical roller bearing

Jenis bearing keempat yaitu spherical. bearing ini bisa dibilang sebagai tulang punggung di mesin yang memiliki bobot berat dan besar. Ciri khas klaher ini adalah bentuknya raceway yang melengkung, sehingga bearing tetap dapat bekerja optimal meskipun poros tidak sejajar secara sempurna akibat getaran.
Karena keunggulannya, spherical bearing sangat cocok digunakan pada mesin-mesin industri dengan kondisi kerja yang ekstrim. Adapun Fungsi utama spherical bearing adalah menopang beban radial yang sangat besar dan, pada kondisi tertentu bearing ini, juga mampu menahan beban aksial dari dua arah.
pengaplikasian pada alat berat : Crusher, vibrating screen, excavator, dump truck, loader, crane, dan alat pemindah tanah.
Baca Juga : Apa Itu Bearing? Yuk Kenali Jenis dan Fungsinya
5. Cylindrical roller bearing

Cylindrical roller bearing adalah jenis bearing yang menggunakan elemen gelinding berbentuk silinder sebagai penopang beban. Berbeda dengan ball bearing, bearing ini memiliki area kontak yang lebih luas.
Desainnya memungkinkan gesekan yang relatif rendah saat beroperasi pada kecepatan tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi industri yang membutuhkan kekuatan dan stabilitas tinggi.
pengaplikasian pada alat berat : pabrik penggilingan (rolling mills) besi/non-besi, mesin briket, mixer karet, dan peralatan pulp & kertas.
6. Thrust ball bearing

Thrust Ball Bearing adalah jenis bearing yang memiliki ciri dua ring (washer) serta satu rangka bola. Karena desainnya, thrust ball bearing tidak cocok untuk menahan beban radial dan umumnya digunakan pada aplikasi dengan kecepatan sedang hingga tinggi serta beban aksial yang relatif ringan sampai sedang.
Selain itu, bearing ini berperan dalam mengurangi gesekan akibat gaya dorong, sehingga putaran poros menjadi lebih halus dan efisien. Thrust ball bearing juga membantu meningkatkan umur pakai komponen mesin dengan mengurangi keausan akibat tekanan aksial yang terus-menerus.
pengaplikasian pada alat berat : Pompa, kompresor, kipas industri (industrial fans), dan mesin crusher, serta swing bearing untuk memutar kabin
7. Self aligning ball bearing

Jenis bearing yang sering digunakan dalam alat berat yaitu self aligning. Bearing ini dirancang untuk mampu menyesuaikan diri secara otomatis terhadap ketidaksejajaran (misalignment) antara poros dan rumah bearing.
Adapun keunggulan pada jenis bearing ini yaitu terletak pada kemampuannya mengurangi tekanan berlebih akibat misalignment, yang dapat memperpanjang umur bearing dan komponen mesin lainnya.
pengaplikasian pada alat berat : Conveyor, escalators, elevators, Traktor, forklift, dan berbagai mesin agribisnis sering juga dipakai pada mesin tekstil, dan mesin pembuat pulp/kertas.
Itulah pembahasan terkait jenis bearing yang sering digunakan pada alat berat yang telah kami sajikan lengkap untuk Anda. sebagai pemilik sebuah perusahaan yang beroperasi menggunakan bearing. jenis bearing manakah yang sering digunakan dalam mesin Anda?
Hadirnya djaja harapan membawa angin segar di dunia industri karena dapat memenuhi kebutuhan bearing pada mesin Anda. jika Anda ingin mendapatkan bearing berkualitas dan after sales yang baik, jangan ragu untuk menghubungi kami.

